Begini, Cara Unik FORPASI Peringati HPSN

oleh Envira ID
  • FORPASI mendorong peningkatan alokasi anggaran pengelolaan sampah daerah minimal 2 persen dari APBD, jauh di atas rata-rata saat ini yang masih sekitar 0,6 persen.

Envira.id, Pamulang –  Forum Peduli Sampah Seluruh Indonesia (FORPASI) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dengan cara yang tak biasa.

Bersama Gerakan Peduli Tangsel dan Sri Bebassari Center, mereka menggelar upacara pengibaran bendera setengah tiang di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan—sebuah aksi hening yang sarat makna, memadukan refleksi sejarah, solidaritas komunitas, dan kritik atas kondisi persampahan nasional.

Alih-alih perayaan seremonial, ketiga organisasi memilih upacara duka sebagai simbol keprihatinan. Momen tersebut sekaligus mengenang tragedi ledakan TPA Leuwigajah pada 2005 yang menewaskan 157 orang, peristiwa yang kemudian menjadi tonggak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Bagi FORPASI dan para mitra, bendera setengah tiang bukan sekadar penghormatan bagi korban, melainkan pengingat bahwa krisis sampah belum berakhir. Di berbagai daerah, kondisi kedaruratan masih terjadi.

Pendiri dan inisiator FORPASI, Hadohoan Satyalen Simaremare, mengapresiasi arah kebijakan pemerintah, termasuk inisiatif Gerakan ASRI dari Presiden Prabowo Subianto serta pembangunan PSEL di 33 titik. Namun ia mengingatkan kapasitas fasilitas tersebut belum memadai.

“Jika seluruhnya beroperasi optimal, kapasitasnya sekitar 33 ribu ton per hari, sementara timbulan sampah nasional mencapai 140 ribu ton. Artinya, masih ada kekurangan besar,” ujarnya.

FORPASI juga mendorong peningkatan alokasi anggaran pengelolaan sampah daerah menjadi minimal 2 persen dari APBD, jauh di atas rata-rata saat ini yang masih sekitar 0,6 persen. Selain itu, mereka mengusulkan pembentukan Badan Pengelolaan Sampah Nasional agar penanganan lebih terpusat.

Refleksi senada disampaikan Sekretaris Jenderal Gerakan Peduli Tangsel, Sigit Priambodo. Ia menilai upaya pengurangan penumpukan sampah di Tangerang Selatan patut diapresiasi, namun masih bersifat sementara. “Apakah kita memerlukan perubahan tata kelola yang lebih mendasar? Mari refleksi, bukan selebrasi,” katanya.

Ketua Sri Bebassari Center, Nurina Aini Herminindian, menambahkan bahwa pengelolaan sampah pada akhirnya bertujuan melindungi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Menurutnya, menjadikan sampah sebagai sumber daya hanyalah pendekatan, bukan tujuan utama.

Peringatan HPSN ini turut dihadiri perwakilan DLH, Mabes Polri, insan media, serta berbagai komunitas lingkungan, antara lain Hijau Bumiku Biru Langitku (HBBL), Komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu, dan AyoLessWaste.

Melalui kolaborasi tersebut, FORPASI ingin menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama masyarakat.

 

Penulis : Eni Saeni

Envira ID
Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?