Dosen UBSI Gandeng Komunitas GUA Gelar Pelatihan Produksi Film Animasi Edukasi Lingkungan

oleh Envira ID
  • Para peserta berharap pelatihan dapat dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang lebih banyak memberikan kesempatan praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep produksi film animasi, tetapi juga dapat mencoba membuat karya mereka sendiri.

Tangerang Selatan, 25 September 2026 — Kelompok dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tengah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggandeng Komunitas Guna Ulang Aja (GUA) menggelar pelatihan produksi film animasi edukasi lingkungan bagi guru, mahasiswa, dan aktivis lingkungan. Kegiatan berlangsung di Markas Komunitas GUA, Vila Pamulang Mas, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (25/9) pagi.

Pelatihan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses produksi film animasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk bagaimana membuat karakter, mengembangkan cerita, hingga mengubah ide menjadi film animasi.

Sebelum pelatihan dimulai, kelompok dosen yang terdiri atas RR Roosita Cindrakasih, S.H., M.I.Kom., Wulan Muhariani, M.I.Kom., Eni Saeni, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Yulianti Fajar Wulandari, S.I.Kom., M.I.Kom., menyerahkan film edukasi lingkungan berjudul “Satu Sekolah, Satu Gerakan Perubahan” kepada Komunitas GUA.

Film tersebut diterima oleh Wakil Koordinator Komunitas GUA, Nasuri, yang akrab disapa Ka Suray, dan kemudian ditayangkan di hadapan peserta pelatihan.

Kegiatan PKM ini merupakan implementasi dari hibah Bipemas (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UBSI. Hibah Bipemas adalah program pendanaan  yang disediakan oleh Yayasan UBSI bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI. Hibah ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mendorong para dosen agar aktif melakukan riset ilmiah dan pengabdian masyarakat guna memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Eni Saeni, mewakili kelompok dosen, menjelaskan bahwa film tersebut berangkat dari pengalaman dan cerita para guru mengenai persoalan sampah di lingkungan sekolah.

“Curhatan itu menjadi ide cerita yang kemudian dikembangkan menjadi film animasi edukasi lingkungan yang sederhana. Semoga film ini bisa mengedukasi seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah,” kata Eni Saeni.

Menurut Eni, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan yang terjadi sehari-hari dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita edukatif yang dekat dengan kehidupan siswa.

Komunitas GUA merupakan komunitas yang berfokus pada edukasi dan kampanye lingkungan, khususnya isu persampahan, kepada anak usia dini hingga Generasi Z. Edukasi dilakukan untuk mendorong tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan sampah.

Para peserta tengah mengikuti pelatihan produksi film animasi edukasi lingkungan.

Koordinator Komunitas GUA, Ardianto Prabowo, mengatakan kolaborasi dengan kelompok dosen UBSI melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut menghasilkan film animasi edukasi lingkungan yang dikemas secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa, guru, dan warga sekolah.

Menurut Ardianto, film tersebut diproduksi dengan memanfaatkan teknologi AI. Tim GUA mengembangkan film berdasarkan script atau naskah dan storyboard yang telah disusun sebelumnya.

“Tim mengolah setiap karakter tokoh di dalam film melalui prompt AI sehingga masing-masing tokoh dapat divisualisasikan sesuai dengan ide cerita,” ujar Ardianto Prabowo, yang akrab disapa Bowo.

Bowo juga menjelaskan kepada peserta mengenai proses pembuatan karakter menggunakan prompt AI, termasuk bagaimana menentukan DNA visual karakter agar karakter yang digunakan dalam film dapat memiliki identitas visual yang konsisten.

Salah satu peserta, Hermina, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan sesi khusus bagi peserta pemula.

“Setelah melihat filmnya, saya tertarik untuk bisa memproduksi film animasi dengan AI,” kata Hermina yang berprofesi sebagai guru.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan muncul, terutama mengenai tahapan produksi film animasi, pembuatan karakter menggunakan AI, serta bagaimana mengembangkan ide sederhana menjadi sebuah film edukasi.

Para peserta berharap pelatihan dapat dilanjutkan dengan sesi berikutnya yang lebih banyak memberikan kesempatan praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep produksi film animasi, tetapi juga dapat mencoba membuat karya mereka sendiri.

Penulis: Wila Putri dan Intan Dwi S/envira.id

Foto: Wila Putri dan Intan Dwi S/envira.id

 

Envira ID
Author: Envira ID

Envira ID adalah situs web yang menyajikan informasi tentang lingkungan, utamanya masalah persampahan di Indonesia.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?